i wish i have an SLR…

terbangun dipagi yg panas dihari minggu, langsung mandi dan dapet inspirasi untuk update nih blog bapuk. setelah semaleman uring uringan gara gara telkomsel hellkomsel ikutan bapuk dan gw ga bisa telponan sama pacar, emosi jiwa kangen lagi di ubun ubun. nasib LDR alias long distance relationshitship, dan semalem itu berasa kayak TBKLH-TBKLB (kalo ga tau artinya tanya temen lo yg udah kawin). kalo masih ga tau juga artinya: tiap bobok kalau lagi hasrat ternyata bini kau lagi bete, hahahaha…ada juga yg ngartiin dalam bahasa sunda cuma gw ga ngerti artinya. tiap bobo kanjut leutik halah tentunya bini kau langsung baeud…sepertinya artinya mengandung unsur saru, hahahaha.

gak terasa ternyata blog gw udah berumur setahun lebih dan karena gw telah berjanji untuk update minim sebulan sekali jadi ya gw berniat update nih. ga banyak yg bisa diceritain agak2 penuh emosi hidup gw minggu2 terakhir ini. cerita sedikit tentang perjalanan gw ajalah tentunya dengan bahasa foto biar lebih gampang dimengerti. kebetulan minggu kemaren gw ada kerjaan di sebuah logging site di daerah muara tuhup yang letaknya di kalimantan tengah.

pemandangan dari camp

pemandangan dari camp

ini foto pemandangan yg gw dapet dari depan kamar gw di camp. untuk forest view di amanwana resort moyo island lo harus bayar $1,200 dan $ 1,500 untuk beach view. disini gw dapet gratis tis untuk forest view, hahaha. ya iyalah fasilitasnya beda nyong gubuk bukan resort. berhubung di kalteng lagi musim badai salju kabut asap jadi sampai didalem hutan gitu ya berkabut dan bikin sesek nafas. nah asap yang begini nih bagusnya kita export ke malaysia aja hahahaha.

floating houses along the river side

floating houses along the river side

forest on the siverside

forest on the siverside

pemandangan yg didapat sepanjang perjalanan dari muara teweh menuju muara tuhup dengan speedboat kalo ga hutan ya perkampungan dipinggir sungai. yea they live in a floating houses bahkan ada grocery store terapung dan mobile dari kampung kekampung sepanjang sungai. jadi biarpun mereka terisolir ga heran dengan yg namanya ngopi pake nescafe sachet, hehehehe.

traditional and illegal gold mining

traditional and illegal gold mining

tambang emas tradisional dan juga ilegal di tengah sungai yang mulai mendangkal karena buangan tailing mereka. fotonya blur karena diambil dari speedboat dengan kecepatan tinggi dan dengan kamera pocket biasa. i wish i have an SLR to capture a picture like this.

Advertisements

~ by venomious on September 6, 2009.

3 Responses to “i wish i have an SLR…”

  1. buset ngeri amat, tailingnya dibuang aja gitu disitu? ckckck.

    eh… jadi masi TBKLH-TBKLB tak? ihihihi *ditampar*

  2. iya tin, mereka pake pompa untuk nyemprot dari sungai kearah hutan yg ada disebelahnya dan pake pompa lagi untuk nyuci dan buang tailingnya disungai…
    eh masalah TBKLH-TBKLB itu anak kecil kayak lo nda boleh tau tin…hahahaha

  3. Ada foto lanting kami disitu 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: